Jumat, 22 Oktober 2021

PERILAKU KONSUMEN (Consumen behavior)

A. Pengertian perilaku konsumen

Perilaku konsumen (Consumer Behaviour) adalah sikap atau tindakan yang ditunjukan seseorang saat m melakukan pembelian atau mengkonsumsi suatu produk barang / jasa. Perilaku konsumen ini berkaitan erat dengan suatu proses pembelian, pada saat itu konsumen akan melakukanpencarian,pemilihan,pembelian, penggunan serta pengevaluasian suatu produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan atau keinginan. Perilaku konsumen merupakan suatu proses yang mendasari konsumen untuk membuat suatu keputusan pembelian terhadap barang atau jasa tersebut.


Beberapa definisi perilaku konsumen menurut para ahli:

A. Menurut Engel, Blackwell dan Miniard

Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan produk dan jasa, termasuk di dalamnya adalah proses keputusan yang mengawali serta mengikuti tindakan pembelian tersebut. Tindakan tersebut adalah terlibat secara langsung dalam proses memperoleh, mengkonsumsi bahkan membuang atau tidak jadi menggunakan suatu produk atau jasa tersebut.

B. Menurut The American Marketing Association

Perilaku konsumen adalah proses membagi interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku dan lingkungan dimana seseorang melakukan pertukaran pada aspek kehidupannya.

C. Menurut Mowen

Perilaku konsumen merupakan aktivitas ketika seseorang mendapatkan, mengkonsumsi atau membuang barang atau jasa pada saat proses pembelian.

D. Menurut Schiffman dan Kanuk

Perilaku konsumen adalah suatu proses yang dilalui oleh seorang pembeli dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi serta bertindak pada konsumsi produk dan jasa, maupun ide yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seseorang tersebut.


B. Hubungan antara perilaku konsumen dengan strategi pemasaran

Hubungan antara perilaku konsumen dengan strategi pemasaran adalah dengan mengetahui bagaimana perilaku konsumen,produsen dapat membuat strategi pemasaran berdasarkan apa yang k konsumen butuhkan dan inginkan sehingga target pasar akan tercapai. Produsen dapat 

mempertimbangkan apa yang dirasakan dan memahami perilaku atau sikap individu-individu yang akan menjadi sasarannya dalam memasarkan produk dan jasa. Misalnya seorang konsumen dibedakan menjadi beberapa kelas sosial yaitu kelas sosial atas,kelas sosial menengah dan kelas sosial bawah. Tentu saja strategi pemasaran yang diterapkan berbeda antara kelas sosial atas,menengah dan bawah tersebut. Produsen harus memahami bagaimana perilaku konsumen pada kelas-kelas sosial tersebut. Misalnya saja pada konsumen kelas sosial atas menginginkan barang dengan kualitas yang baik dan tidak terlalu mementingkan harga,berbeda dengan konsumen dengan kelas sosial menengah yang menginginkan 

produk dengan kualitas yang baik dan dengan harga yang terjangkau. Produsen harus mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen tersebut,sehingga konsumen akan menyukai produk yang ditawarkan dan akan loyal terhadap produknya. Semakin loyal seorang konsumen terhadap suatu barang dan jasa, maka produksi suatu barang dan jasa dalam perusahaan akan meningkat karena permintaan terhadap barang dan jasa meningkat. Dengan naiknya permintaan, maka produsen atau pemasar dapat meningkatkan produktivitas produknya dan akan meningkatkan pemasukan perusahaan.


Strategi pemasaran tidak hanya disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen,tetapi juga mengubah apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh konsumen tentang diri mereka sendiri,berbagai tawaran pasar,situasi yang tepat untuk pembelian dan penggunaan produk. Semakin banyak produsen belajar tentang konsumen atau perilaku konsumen semakin besar pula kesempatan untuk pengembangan strategi pemasaran akan berhasil.

Senin, 18 Oktober 2021

TANAMAN PENUTUP TANAH

 Tanaman penutup tanah adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan / atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah. Tanaman penutup tanah berfungsi untuk menutupi permukaan tanah, baik yang tumbuh secara alami maupun ditanam.

Tujuan dari tanaman penutup tanah yaitu untuk melindungi permukaan tanah dari kontak dan pengaruh langsung dari hujan dan sinar matahari agar tidak terjadi erosi dan oksidasi humus tanah.


MANFAAT TANAMAN PENUTUP TANAH :

1. Melindungi permukaan tanah dari cahaya matahari dan suhu tanah yang tinggi sehingga kelembapan tanah akan terjaga.

2. Melindungi permukaan tanah dari hujan sehingga terhindar dari pengikisan tanah terutama pada tanah di lahan miring.

3. Dapat menambah bahan organik sehingga dapat memperbaiki sifat fisik tanah biologi tanah dan kimia tanah.

4. Jika tanaman penutup tanah yang digunakan yaitu tanaman kacangan, tanaman tersebut dapat menambah nitrogen dalam tanah

5. Mengurangi biaya penyiangan dan mengurangi serangan penyakit pada akar tanaman yang diusahakan.


KRITERIA TANAMAN PENUTUP TANAH 

a. Pertumbuhan awal cepat.

b. Toleran terhadap naungan dan kekeringan.

c. Bukan merupakan inang bagi hama dan penyakit

d. Menjadi saingan bagi tanaman utama

e. Dapat tumbuh dalam tanah miskin hara

f. Toleran terhadap pemangkasan .


Adapun jenis tanaman penutup tanah yang biasa digunakan dalam perkebunan yaitu :

1. Calopogonium mucunoides

2.Calopogonium caeruleum

3.Centrosema pubescens

4. Pureraria javanica

5.Mucuna conchinchinensis

6. Mucuna braceata


Dalam perkebunan tanaman penutup tanah yang biasa digunakan yaitu tanaman kacangan/leguminosae. Hal ini dikarenakan sifat kacangan berbeda dengan tanaman yang lain. Biasanya dapat menggunakan 3 jenis tanaman kacangan campuran. Salah satunya yaitu Calopogonium caeruleum karena tanaman ini cepat tumbuh tahan terhadap naungan.

Selasa, 12 Oktober 2021

Masalah pertanian di indonesia


Permasalahan-permasalahan yang di hadapi petani di indonesia saat ini yaitu :

1. Pasar dan tataniaga
 Sering terjadi masalah dalam pasar dan tataniaga di Indonesia. Salah satunya hasil pertanian yang melimpah. Namun,pasar yang menyalurkan hasil usahatani kurang. Tentunya hal ini menjadi salah satu permasalahan yang menyebabkan penurunan pendapatan petani. hasil dari usahatani tersebut tidak dapat menjangkau konsumen secara luas. Apalagi hasil pertanian merupakan produk yang tidak tahan lama.  Selain itu, panjangnya saluran pemasaran hasil pertanian mempengaruhi harga yang di terima oleh petani. Petani seringkali menerima harga rendah apabila saluran pemasaran terlalu panjang.
2. Teknologi informasi
Kebanyakan petani di Indonesia sulit untuk mendapatkan informasi . Salah satunya yaitu petani sulit untuk memperoleh informasi ketersediaan pupuk, bibit dan lain sebagainya. Hal ini akan menghabat petani untuk segera memulai usahataninya, karena mereka tidak tau tempat penyedia pupuk yang di butuhkan.
3. Organisasi Tani
Banyak organisasi-organisasi di bidang pertanian yang kurang aktif di Indonesia. padahal dengan adanya organisasi-organisasi di bidang pertanian ,petani dapat memperoleh bantuan berupa subsidi pupuk,subsidi bibit dan informasi lainnya yang membantu meningkatkan produktivitas usahatani yang dilakukan.
4. Teknologi 
Kebanyakan petani di Indonesia masih menggunakan alat-alat tradisional dalam berusahatani.  Teknologi-teknologi baru sulit untuk dikembangkan dalam pertanian di Indonesia. Namun,tidak banyak pula yang telah menerapkan teknologi modern saat ini.
5. Modal
Petani kebanyakan masih mengalami keterbatasan dalam modal. modal yang terbatas tersebut mengakibatkan petani hanya dapat memproduksikan produk pertanian dengan skala kecil. 
6. Kepemilikan lahan
Kebanyakan petani di Indonesia tidak memiliki sertifikat lahan dan beberapa petani sulit memperoleh sertifikat lahan.Adapun beberapa petani tidak mengajukan permohonan pembuatan surat tanah. Selain itu,masih banyak lahan tidur di Indonesia.

Pengertian Lahan Gambut

A. PENGERTIAN LAHAN GAMBUT Lahan gambut merupakan lahan hasil akumulasi timbunan bahan organik yang berasald ari pelapukan vegetasi yang tum...